Fakta Yahudi, Ternyata Tidak Seperti Yang Dikira

Ketua Hadassah Indonesia yaitu Monique Rijkers dirinya membeberkan sejumlah fakta menarik terkait dengan agama Yahudi yang kerap kali menjadi agama yang banyak di salah pahami oleh banyak orang yang ada di dunia. Fakta yang dipahami menjadi penting untuk dapat disosialisasikan, mengingat Yahudi dan Israel adalah dua topik negara yang tidak pernah tuntas dibahas, khususnya di Tanah Air.

Pernah juga ada sebuah riset yang dilakukan, jika pembahasan Yahudi atau Israel selalu menjadi sebuah topik yang diperbincangkan di Indonesia, meski tidak selalu menjadi trending nomor satu. Kita juga bisa melihat tentang, isu Yahudi dan Israel untuk dapat menggerakkan orang berbondong-bondong datang ke Monas. Di Indonesia hal tersebut adalah dua kata yang cukup sensitif. Sebagai salah satu upaya untuk mengedukasi masyarakat dan meluruskan beberapa pemahaman yang tidak benar berkaitan dua topik tersebut, maka ada beberapa yang mendirikan sebuah organisasi.

Fakta Yahudi, Ternyata Tidak Seperti Yang Dikira

Hal tersebut digunakan sebagai sarana menyebarkan toleransi di tengah pemberitaan yang terkadang tidak berimbang. Seperti organisasi Hadassah Indonesia, merupakan sebuah organisasi yang digunakan untuk mengedukasi tentang keberagaman agama. Khususnya terkait tentang Yahudi dan Israel. Ada beberapa jurnalis dan media yang beberapa tahun lalu berkunjung ke Israel dan sebagian melihat beberapa fakta yang berbeda. Jadi organisasi tersebut didirikan untuk menyediakan sebuah pemberitaan yang sangat berimbang. Sekaligus juga memberikan sebuah pemahaman kepada masyarakat luas mengenai pandangan tentang Yahudi. Lantas, apa sajakah fakta penting seputar ajaran Yahudi yang ada, berikut ini akan kami bahas beberapa faktanya.

Tidak sembarang orang bisa menjadi Yahudi

Untuk sebuah fakta pertama, mengatakan jika Yahudi adalah sebuah agama yang ternyata tidak dapat dipeluk oleh sembarang orang. Yang bisa beragama Yahudi adalah mereka yang memang memiliki keturunan Bani Israel yang nantinya bisa memeluk agama ini. Yahudi ini bukan sebuah agama syiar, jika di bahasa kristen itu misionaris. Yang artinya tidak ada yang bisa memeluk agama Yahudi kecuali memang keturunannya. Oleh karena itu muslim di Indonesia atau penganut agama lainnya mereka seharusnya tidak perlu khawatir dengan keberadaan agama Yahudi tersebut, karena agama ini bukan agama yang mudah dianut.

Yahudi Memang Dijamin Menjadi Minoritas

Alumni yang berasal dari Fakultas Biologi di Universitas Kristen Salatiga menyebutkan, jika keberadaan dari kaum Yahudi ini sebagai sebuah minoritas dan merupakan janji tuhan sebagaimana termasuk dalam firman-Nya. Nantinya dimanapun kita berada nantinya kita pasti akan menemukan Yahudi, namun jumlahnya yang tidak besar. Karena memang demikian yang juga sudah digariskan oleh Tuhan. Bahwa diperkirakan penganut agama Yahudi di dunia jumlahnya hanya 18 juta jiwa saja.

Dengan mayoritas biasanya akan tinggal di Yerusalem dan New York. Meskipun di agama Yahudi juga melarang para pengikutnya untuk menggunakan obat sejenis KB, maka tetap saja jumlah mereka tetap akan menjadi minoritas kapan pun. Mungkin ini juga yang nantinya akan menjadikan sebuah standar minimal untuk umat Yahudi dapat beribadah yaitu adalah 10, jika di Islam untuk salat Jumat yaitu 40.

Kepercayaan akan ‘tanah yang dijanjikan’

Mengutip sebuah penggalian yang terdapat pada sabda Tuhan di dalam Yehezkiel 37:21. Menurut ayat tersebut yaitu Tuhan telah menjanjikan kepada kaum Yahudi untuk nantinya kembali ke tanah yang sudah dijanjikan, dalam hal ini adalah Israel, setelah mereka yang dipaksa menjadi diaspora ke berbagai macam negeri pasca-Perang Dunia.

Penganut dari agama Yahudi yang memiliki kewajiban untuk aliyah yaitu kewajiban untuk kembali ketahan yang sudah dijanjikan. Aliyah ini yang merupakan sebuah bahasa teologisnya, kebanyakan orang mengenal dengan bahasa politiknya, yaitu Zionisme. Tapi perlu diingat bahwa Aliyah itu hanya wajib bagi mereka yang memeluk agama Yahudi. Dan bagi orang yang merupakan keturunan Yahudi, tidak diwajibkan untuk susah payah untuk kembali ke ‘tanah yang dijanjikan’ tersebut.

Isu pembangunan Kuil Solomon bukan kebijakan Pemerintah Israel

Beberapa saat lalu, sempat juga jika beredar sebuah kabar jika kaum Yahudi di Israel telah menyiapkan sebuah rencana khusus untuk kembali membangun tempat ibadah mereka yang megah di atas puing-puing Kuil Solomon. Terkait hal tersebut, justru harus di pertanyakan siapakah yang layak menjadi Rabbi nantinya? Di agama Yahudi, tidak bisa sembarang klan atau marga yang nantinya bisa jadi Rabbi. Itu pun mereka yang juga harus menikah dengan klan yang sama dan mempunyai banyak sekali aturan-aturan lainnya.

Kendati, miniatur dari Kuil Solomon yang telah didirikan ulang, menjadi sebuah hal yang telah menyebar di dunia maya. Namun faktanya adalah kuil tersebut tidak di bangun kembali dan bukan merupakan kebijakan dari pemerintah Israel. Pemerintah Israel yang tidak merencanakan untuk membangun ulang kuil Solomon tersebut, karena memang itu perintah dari Tuhan. Sedangkan Tuhan tidak memerintahkan agar membangun kuil tersebut untuk yang ketiga kalinya. Karenanya kita tau, isu pembangunan kembali tersebut adalah sebuah isu yang dimainkan oleh segelintir atau kelompok yang punya kepentingan.

Yahudi Memiliki Manfaat Berguna Bagi Lingkungan

Layaknya juga beberapa agama yang ada pada umumnya. Agama Yahudi juga memiliki kewajiban Tikkun Olam atau memperbaiki dan menjaga bumi. Dalam hal ini, dimanapun kaum Yahudi nantinya hidup, mereka harus memberikan sebuah manfaat bagi lingkungan yang ada di sekitarnya. Segala bentuk aktivitas mereka nantinya harus untuk meningkatkan sebuah kualitas kehidupan.

Dan hal tersebut juga harus membawa sebuah dampak positif bagi dunia. Ini yang menjadi sebuah kontribusi orang Yahudi yang ada di berbagai belahan dunia. Jika dilihat lebih jauh lagi kewajiban dalam agama Yahudi tidak jauh berbeda seperti agama Islam. Seperti larangan untuk tidak menyantap daging babi, perbuatan zina, dan mereka juga harus selalu beribadah tiga waktu dalam sehari. Sebenarnya banyak orang yang juga menyebutkan jika sesungguhnya Islam dan Yahudi menyembah sebuah Tuhan yang sama, yaitu Allah.

Puasa Yahudi

Puasa orang yang beragama Yahudi ini biasanya akan dilakukan pada hari-hari tertentu saja seperti “Yom Kippur” selama 24 jam. Biasanya puasa ini juga akan dilakukan tanggal 10 bulan Tishri dan setiap hari senin dan juga kamis. Di Dalam kitab Mamat orang lewi Taurat juga di jelaskan jika semua minuman yang memabukkan terlarang bagi setiap penganut agama Yahudi. Dan diketahui juga sebelumnya jika orang yang beragama Yahudi juga memiliki larangan yang sama dengan orang yang beragama Islam.

Kitab Yahudi

Kitab agama Yahudi adalah kitab yang menjelaskan, tentang perjanjian dengan Abraham. Bahawa di dalam perjanjian tersebut nantinya ia dan cucu-cicitnya nanti akan diberi rahmat apabila mereka selalu beriman kepada Tuhan. Perjanjian ini juga kemudian diulangi oleh Ishak dan juga Yakub. Dan karena Ishak, dan Yakub menurunkan bangsa Yahudi, maka mereka kemudian meyakini jika merekalah bangsa yang nantinya terpilih.

Penganut agama Yahudi dipilih untuk melaksana kan sebuah tugas-tugas, seperti mewujudkan masyarakat yang adil, dan makmur, dan beriman kepada Tuannya. Sebagai balasannya nanti, mereka akan menerima cinta serta perlindungan dari Tuhan. Tuhan kemudian nantinya akan menganugerahkan mereka Sepuluh Perintah Allah.

Demikian itulah beberapa fakta menarik tentang agama Yahudi. Yahudi selalu menjadi agama yang dianggap buruk dimata sebagian orang, padahal faktanya semua agama tentunya akan mengajarkan kebaikan, setiap agama memiliki sesuatu yang dilarang dan setiap agama sama mulianya. Semoga artikel ini lebih membuka pandangan kita nantinya.