5 Agama Asli dari Leluhur Indonesia

Seperti yang kalian ketahui dan pahami, bahwa Pemerintah Indonesia mengumumkan adanya 6 Agama yang sudah diakui di negara kita ini. Diantaranya Islam ; Kristen ; Katolik ; Hindu ; Budha dan terakhir adalah Konghucu. Walau benar begitu adanya, tetap saja Indonesia yang kental sekali akan budaya dari keberagaman daerahnya ini dikenal memiliki berbagai macam keyakinan yang jauh sudah ada sejak turun temurun nenek moyang berada. Dan ini semua juga sudah dilestarikan oleh masyarakat di berbagai daerah. 

Tentang Sunda Wiwitan

Agama asli dari leluhur Indonesia sendiri sebenarnya sudah ada dari sejak zaman dulu. Bahkan sebelum adanya sebuah penyebaran Agama Besar seperti Islam dan Kristen, agama tersebut juga langsung saja menyatu dengan penduduk hingga susah untuk bisa dilepaskan. Berikut ini, kami akan informasikan secara umum agama asli leluhur yang masih dilestarikan oleh Masyarakat Indonesia. Seperti apa sih agama leluhur tersebut ? yuk langsung aja cek pada artikel yang satu ini. 

Agama Leluhur – Sunda Wiwitan 

Agama ini sudah dianut langsung oleh sekelompok masyarakat Sunda sejak dari ratusan tahun yang lalu. Bahkan sebelum adanya Hindu dan Budha ini masuk ke negara Indonesia, ajaran dari Sunda Wiwitan sendiri sudah ada dan berkembang langsung di masyarakat. Nah pada era Mpo Slot Modern seperti saat ini, banyak sudah masyarakat Sunda Wiwitan yang bisa kalian temukan langsung di Kawasan Kanekes Banten – Kampung Naga Cirebon – Cigugur Kuningan. 

  • Sunda Wiwitan : Banten , DKI Jakarta, Jawa Barat.
  • Kekuasaan tertingginya pada Sang Hyang Kersa atau Sang Maha Kuasa atau Nu Ngersakeun ; Yang Maha Menghendaki.
  • Kitab Sunda Wiwitan : Siksa Kandang Karesian. 
  • Tradisi yang dimiliki berupa : Nyanyian Kidung, lalu Pantun dan tarian yang berupa seperti upacara panen padi dan adanya pergantian Tahun Sunda yang dinamai dengan Seren Taun. 

Sunda Wiwitan sendiri memang agama yang memuja Roh Nenek Moyang sebagai sebuah entitas Nu Diagungkan ( Ditinggikan ). Selain agama ini memuja Nenek Moyang, Sunda Wiwitan juga memiliki 1 Tuhan saja yang sering kali disebut dengan Sang Hyang Kersa. Tuhan di dalam ajaran Sunda Wiwitan sendiri memang tetap saja satu di dalam perkembanganya, namun diikuti pada beberapa tradisi dari Sunda Wiwitan dan juga sudah terpengaruh pada unsur Hindu dan Islam. 

Agama Leluhur – Kejawen 

Agama ini menjadi sebuah kepercayaan yang sudah dianut langsung oleh masyarakat Jawa sejak lama. Mereka para penganut ajaran agama asli Indonesia ini, tetap menjalankan adanya agama Primer atau Utama yang mereka jalankan dan selalu meninggalkan larangan dari apa yang diajarkan oleh agama kepercayaannya tersebut. Namun dalam hal ini, mereka juga tetap melaksanakan sebagai seorang pribumi Jawa yang sangat amat taat dengan leluhurnya tersebut. Penganut agama Kejawen selalu saja mengatakan bahwa untuk kepercayaan ini bukanlah Agama meski memiliki beberapa tindakan yang sudah menjadi ciri khas dari sebuah agama tersebut. 

  • Asal agama Kejawen ini dari kata Jawa yang memiliki arti selalu saja berhubungan langsung dengan adanya adat dan juga kepercayaan Jawa. 
  • Filsafat ini ada langsung dimana pada keberadaan dari orang Jawa itu sendiri. 
  • Biasanya memang tidak dianggap sebagai agama Monoteistik dari para penganutnya tersebut. 
  • Memiliki berbagai cara pandang dan juga nilai yang sudah dibarengi pada sejumlah laku.
  • Ajarannya sendiri mengarahkan untuk setiap Insan “ Sangkan Paraning Dumadi “ artinya sendiri … dari dan kembalinya Hamba ke Tuhan. 
  • Bisa membentuk Insan Se-Iya dan Sekata ! … Manunggaling Kawula Ian Gusti dimana ini bersatunya Hamba dengan Tuhannya.

Agama dari kepercayaan Kejawen ini sendiri  memiliki beberapa misi di dalam ajarannya tersebut. Mereka harus bisa melaksanakan adanya 4 hal wajib di saat masih hidup. Seorang Manusia Jawa juga harus bisa menjadi Rahmat bagi dirinya sendiri. Lalu disini mereka juga harus bisa menjadi rahmat bagi para keluarga mereka. Dan untuk 2 Terakhir dari Misi yang diajarkan oleh agama kepercayaan Kejawen menjadikan manusia sebagai Rahmat bagi sesama dan juga bagi alam semestanya. 

Agama Leluhur – Marapu 

Agama kepercayaan dari Pulau Sumba yang konon katanya keberadaan dari agama ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Orang-orang dengan adanya agama ini akan melakukan pemujaan kepada nenek Moyang yang sudah pergi dari dunia. Agama Marapu ini percaya bahwa setelah datangnya kematian, mereka ini akan pergi ke tempat yang sangat Indah bernama Prai Marapu. Tempat yang konon katanya sangat amat indah bisa disamakan dengan keberadaan dari Surga pada agama Islam dan Kristen. 

Kisah Marapu: Aliran Kepercayaan Tua di Sumba - Kompasiana.com
  • NTT – Dianut oleh Masyarakat Sumba.
  • Pemujaan langsung pada arwah leluhur dan bahasa di sana disebut dengan Marapu. 
  • Walau banyak Marapu, tujuan adanya agama kepercayaan ini sendiri langsung saja pada Upacara Pemujaan kepada Mawla Tau Majii Tau atau Tuhan Yang Maha Esa. 
  • Mereka semua percaya pada kehidupan dunia yang sementara serta akan berakhir langsung pada zaman mereka yang hidup kekal langsung di Surga Marapu. 
  • Upacara pada keagamaan ini didasarkan langsung pada Kalender adat yang sudah disebut sebagai Tanda Wulangu. 

Kompleksitas adanya agama ini memang sudah ada dari dulu dan bisa dilihat dari banyaknya Upacara Keagamaan. Hal tersebut langsung saja berkaitan dengan adanya daur hidup seperti kematian – kelahiran – pernikahan yang akan langsung diwujudkan pada pesta besar. Agama kepercayaan ini juga mengenal adanya beberapa Makhluk Gaib, Kekuatan Gaib dan juga bisa mengeramatkan beberapa benda lainnya. 

Agama Leluhur – Ugamo Malim 

Agama kepercayaan asli Indonesia ini berasal langsung dari Suku Batak yang ada pada kawasan Danau Toba. jadi sebelum Islam ; Kristen dan Katolik ini dipeluk oleh masyarakat setempat, rupanya agama yang satu ini hadir dengan memiliki kesamaan pada agama kuno Yahudi yang sudah jauh terletak berseberangan dengan Samudera. Ugamo Malim sendiri sudah dipeluk oleh 35 Generasi suku Batak yang artinya agama ini sendiri sudah ada sejak 800 tahun yang lalu. Maka dari itu, disebut juga menjadi agama asli tertua di Indonesia. 

  • Pusat dari agama pada kepercayaan ini di Huta Tinggi, Laguboti  – Kab. Tobasa. 
  • Parmalim = Para penganutnya.
  • Raja Sisingamangaraja I – XII adalah pimpinan tertingginya. 
  • Diturunkan langsung dari generasi ke generasi lainnya oleh leluhur angso Batak atau pada 30 sampai dengan 35 generasi. 
  • Didasari langsung pada Tarombo atau Silsilah, pada satu generasinya sendiri sekitar 25 tahun. 
  • Debata Mula Jadi Nabolon atau Tuhan YME. dimana Tuhan kepercayaan agama ini menciptakan adanya alam semesta – bumi – manusia dan segala hal yang bisa diterima di sekitarnya.
  • Hari Raya Ugamo Malim “ SiPahasada “ … Bulan Pertama dan “ Si Pahalima “ … Bulan  Kelima. 

Agama Leluhur – Kaharingan 

Ini menjadi agama asli leluhur Indonesia yang berasal langsung dari Kalimantan, dan para penganutnya rata-rata Suku Dayak sebelum agama-agama besar hadir dan diakui. Kaharingan ini sendiri percaya langsung akan adanya entitas yang disamakan dengan Tuhan Yang Maha Esa. 

  • Penganut Suku Dayak , Asal Kalimantan.
  • Kaharingan sama dengan tumbuh atau Hidup dan untuk Danum Kaharingan ini adalah air kehidupan.
  • Ranying Hatalla Langit = dimana dipercaya sebagai Tuhan sang Penguasa Alam Semesta. 
  • Tempat Ibadah dari penganut Kaharingan adalah Balai Basarah atau Balai Kaharingan. 
  • Kitab : Panaturan – Talatah Basarah atau itu semacam kumpulan dari Do’a-do’a dan Tawar menjadi Upacara Penaburan beras. 
  • Diperkenalkan langsung oleh Tjilik Riwut sejak tahun 1944 di saat menjabat Residen Sampit. 
  • Tahun 1980 barulah masuk ke dalam ajaran Hindu. 

Itulah 5 agama asli yang berasal dari Leluhur Indonesia dan bisa kalian jadikan sumber informasi tambahan